Home / Artikel / Faedah Qur'aniyah / Faedah Qur’aniyah #057 | An Nisa 97: “HIJRAHLAH!!”

Faedah Qur’aniyah #057 | An Nisa 97: “HIJRAHLAH!!”

إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنتُمْ ۖ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ ۚ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا ۚ فَأُولَٰئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

“Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menzalimi diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya, ‘Dalam keadaan bagaimana kamu ini?’ Mereka menjawab, ‘Kami adalah orang-orang yang tertindas di bumi.’ (Malaikat) berkata, ‘Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?’ Maka mereka itu tempatnya di neraka Jahanam, dan (Jahanam) itu seburuk-buruk tempat kembali.”

Ayat ini turun terkait sebagian kaum Muslimin di Makkah yang tidak berhijrah padahal mampu, sehingga mereka disebut menzalimi diri karena tidak menjaga agama. Namun, kandungan ayat ini berlaku bagi siapa saja yang membiarkan imannya terancam oleh lingkungan padahal bisa keluar, dengan pesan tegas bahwa menjaga iman wajib didahulukan. Beberapa faedah penting:

📌 Pertama: Tidak berhijrah padahal mampu = menzalimi diri

Allah menyebut mereka (ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ), maknanya tinggal di lingkungan yang merusak iman padahal mampu keluar itu bukan sekadar lemah, tapi kezaliman terhadap diri sendiri.

📌 Kedua: Alasan “tidak mampu” sering hanya dalih

Mereka berkata, kami lemah (كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ). Namun dibantah bahwa bumi Allah luas (أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً). Pelajaran penting disini yaitu banyak orang merasa tidak bisa hijrah, padahal sebenarnya masih ada jalan.

📌 Ketiga: Bumi Allah luas — selalu ada pilihan untuk taat

Dalam ayat ini disampaikan bahwa bumi Allah itu luas (أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً). Prinsip besar ayat: Kalau satu tempat merusak agama, cari tempat lain. Catatan penting juga: Hijrah bukan hanya fisik, tapi intinya menjaga agama. Maknanya mencakup: pindah tempat, pindah lingkungan, meninggalkan maksiat. Intinya: menyelamatkan iman.

📌 Keempat: Ancaman keras bagi yang enggan hijrah

Dalam ini disebutkan ancaman keras “Maka mereka itu tempatnya di neraka Jahanam, dan (Jahanam) itu seburuk-buruk tempat kembali.” Menunjukkan: menjaga agama adalah prioritas utama, tidak boleh dikalahkan oleh kenyamanan dunia!!

📌 Kelima: Ada pengecualian bagi yang benar-benar lemah
Allah Maha Adil, jika memang ada yang benar2 punya udzur syar’I maka Allah maafkan. Bisa dibaca di lanjutan ayatnya (ayat 98). Yang benar-benar tidak mampu dimaafkan. Namun yang mampu maka tidak ada alasan.

Jika iman terancam, maka hijrah adalah kewajiban — bukan pilihan. Kecuali yang tidak mampu sama sekali. Syaikh Sa’di menjelaskan terkait ayat ini «Peringatan keras ini ditujukan kepada mereka yang meninggalkan hijrah meskipun mampu melakukannya hingga akhir hayatnya. Para malaikat yang mencabut nyawa mereka akan membentak mereka dengan teguran yang keras ini.»

Sekian, Semoga Bermanfaat.


Penulis: Dr. Abu Zakariya Sutrisno

Join Grup Whatsapp: Join Now

Artikel Abuzakariyasutrisno.com


Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *