Home / Artikel / Faedah Qur'aniyah / FAEDAH QUR’ANIYAH #032 | ALI IMRAN 14: BERBAGAI UJIAN SYAHWAT

FAEDAH QUR’ANIYAH #032 | ALI IMRAN 14: BERBAGAI UJIAN SYAHWAT

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah tempat kembali yang baik.”

Diantara faedah pentin dari ayat ini:

📌 Pertama: Dunia Dihiasi Agar Menjadi Ujian
Dunia dihias untuk manusia (زُيِّنَ لِلنَّاسِ), artinya dijadikan indah. Dunia ini dihias sehingga seolah-olah luar biasa, sehingga manusia lalai, padahal hakekatnya tidak seperti. Oleh karena itu Rasulullah ﷺ bersabda:
لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ
“Seandainya dunia di sisi Allah sebanding dengan sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi orang kafir seteguk air pun darinya.” (HR Tirmidzi 2320, hasan shahih).
Kecintaan pada dunia adalah fitrah, tetapi ia juga ujian. Bukan untuk dihapus, tetapi untuk dikendalikan.

📌 Kedua: Tiga Ujian Besar Manusia

Ayat ini merangkum: Syahwat biologis (wanita), Syahwat keluarga dan keturunan, serta Syahwat harta dan kaekuasaan. Semua bisa menjadi jalan surga jika diarahkan benar, atau sebab kebinasaan jika berlebihan.

📌 Ketiga: Dunia Hanya “Mata’”
aDunia ini hanyalah sementara. “Mata’” berarti kenikmatan sementara, bukan tujuan akhir. Ia seperti perbekalan singkat dalam perjalanan.

📌 Keempat: Akhir yang Lebih Baik Ada di Sisi Allah

Penutup ayat mengarahkan fokus kita: bukan pada dunia, tetapi pada tempat kembali yang baik (surga).

📌 Kelima: Ayat Ini Mengajarkan Keseimbangan

Islam tidak melarang harta, keluarga, atau usaha. Tetapi mengingatkan: jangan sampai cinta dunia mengalahkan cinta akhirat.

Sekian, Semoga Bermanfaat.


Penulis: Dr. Abu Zakariya Sutrisno

Join Grup Whatsapp: Join Now

Artikel Abuzakariyasutrisno.com


Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *