اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
“Allah, tidak ada ilah yang berhak disembah selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapa yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa pun dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Agung.”
Banyak sekali faedah dari ayat ini, diantaranya:
📌 Pertama: Ayat Teragung Dalam Al Qur’an
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa ini adalah ayat paling agung dalam Al-Qur’an, sebagaimana disebutkan dalam hadits Ubay bin Ka’ab: “Wahai Abu Mundzir, tahukah engkau ayat apa dari Kitabullah yang paling agung?”Ia menjawab: “Allāhu lā ilāha illā huwa al-Ḥayyul-Qayyūm (Ayat Kursi).” Maka Nabi ﷺ menepuk dadanya dan bersabda: “Semoga ilmumu diberkahi, wahai Abu Mundzir.” (HR. Muslim no. 810). Ayat ini seluruhnya berbicara tentang nama dan sifat Allah Keagungan dan kekuasaan-Nya. Ayat Kursi adalah ayat paling agung dalam Al-Qur’an karena menghimpun tauhid, kesempurnaan sifat Allah, dan kekuasaan-Nya secara sempurna.
📌 Kedua: Tauhid Uluhiyah dan Rububiyah dalam Satu Kalimat
Ayat ini dimulai dengan (اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ). Ini adalah penafian seluruh sesembahan selain Allah, serta penetapan ibadah hanya untuk Allah. Maknanya: tidak ada ibadah kecuali untuk-Nya. Tidak ada pengatur alam kecuali Dia. Inilah inti seluruh dakwah para nabi. Ini adalah makna kalimat syahadat la ilaha illallah.
📌 Ketiga: Kesempurnaan Sifat Allah: Al-Hayy Al-Qayyum
Dua nama ini (الْحَيُّ الْقَيُّومُ) mencakup seluruh sifat kesempurnaan. Duan nama ini adalah dua nama Allah yang agung. Al-Hayy: hidup sempurna, tidak didahului ketiadaan, Al-Qayyum: berdiri sendiri dan menegakkan semua makhluk
Makhluk: hidupnya bergantung, eksistensinya bergantung. Adapun Allah tidak bergantung kepada siapa pun.
📌 Keempat: Penafian Kekurangan Secara Total
Allah menafikan (لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ), artinya Allah tidak kantuk, tidak tidur. Ini bukan sekadar informasi, tapi penegasan: Allah tidak lalai, tidak lemah, tidak lengah dalam mengatur alam. Allah sempurna, tidak punya kekurangan sedikitpun. Adapun makhluk, sehebat apapun dia, sejatinya lemah dan penuh dengan kekurangan.
📌 Kelima: Ilmu dan Kekuasaan Allah Meliputi Segala Sesuatu
Ilmu Allah meliputi masa lalu dan masa depan. Kekuasaan-Nya meliputi langit dan bumi, Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi. Ini menanamkan muraqabah (merasa diawasi Allah), tawakal, dan rasa takut (khouf) yang benar.
Kursinya Allah sangat besar dan luas, bahkan jauh lebih luas dari langit dan bumi. Sebagaimana dalam hadits, “Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya. Tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi itu sangat kecil dibandingkan dengan Kursi Allah, gambarannya seperti cincin yang dilemparkan di padang pasir. Sedangkan, ‘Arsy Allah itu jauh lebih besar dibandingkan Kursi Allah, gambarannya seperti padang pasir dibandingkan cincin tadi.” (HR. As-Suyuthi dalam Ad-Durul Mantsur, 1:328)
📌 Keenam: Penetapan Ketinggian dan Keagungan Allah
Allah Maha Tinggi (الْعَلِيُّ): Dzat-Nya, kedudukan-Nya, kekuasaan-Nya. Allah Maha Agung (الْعَظِيمُ): sifat-Nya, kerajaan-Nya. Allah maha besar dan lebih besar dari segalanya.
Ayat Kursi ini adalah ayat yang paling agung, untuk itu disunnahkan dibaca setelah setiap shalat wajib dan sebelum tidur.
Sekian, semoga bermanfaat.
@ Pondok Pesantren Hubbul Khoir Sukoharjo
Penulis: Dr. Abu Zakariya Sutrisno
Join Grup Whatsapp: Join Now
Artikel Abuzakariyasutrisno.com








