يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.”
Beberapa faedah penting dari ayat ini:
📌 Pertama: Puasa adalah tuntutan iman
Ayat ini dimulai dengan nida’ul iman (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا), ini adalah ciri khas surat-surat Madaniyah (turun di Madinah). Nidaul iman menuntut kesiapan hati untuk taat, biasanya setelahnya datang perintah syariat, larangan, atau tuntunan besar. Dalam ayat ini, perintah itu adalah kewajiban puasa sebagai jalan menuju takwa. Puasa Ramadhan adalah konsekuensi keimanan, orang yang mengaku beriman maka wajib menjalankan puasa. Puasa bukan sekadar kebiasaan atau tradisi tahunan.
📌 Kedua: Puasa adalah kewajiban yang pasti
Lafadz (كُتِبَ عَلَيْكُمُ) menegaskan bahwa puasa diwajibkan secara tegas, sebagaimana kewajiban lain dalam Islam, sehingga tidak boleh diremehkan. Disayangkan masih ada sebagian orang yang mengaku muslim tetapi meremehkan kewajiban berpuasa.
📌 Ketiga: Puasa adalah sunnah para nabi dan umat terdahulu
Firman Allah (كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ) menunjukkan bahwa puasa adalah ibadah universal, umat sebelumnya juga dibebani syariat puasa. Ini juga sebagai bentuk takhfif (meringankan), yaitu bukan hanya kita yang dibebani syariat untuk berpuasa. Umat yang lainnya juga sehingga jangan merasa berat!
📌 Keempat: Puasa memiliki tujuan tarbiyah, bukan sekadar ritual
Lafadz (لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ) menunjukkan bahwa puasa tidak sekedar perintah, tetapi ada target atau tujuan untuk diri kita. Puasa adalah proses pendidikan jiwa, melatih kesabaran, pengendalian diri, dan ketaatan. Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa yang dikehendaki Allah adalah agar menjadi pribadi yang bertakwa. Diantara kandungan takwa adalah rasa takut kepada Allah yang melahirkan ketaatan dan meninggalkan dosa.
Sekian, Semoga Bermanfaat
@ Pondok Pesantren Hubbul Khoir Sukoharjo
Penulis: Dr. Abu Zakariya Sutrisno
Join Grup Whatsapp: Join Now
Artikel Abuzakariyasutrisno.com








