الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ ۖ وَإِنَّ فَرِيقًا مِّنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
“Orang-orang yang telah Kami beri Kitab mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Dan sungguh, sebagian dari mereka benar-benar menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahuinya.”
Diantara faedah dari ayat ini:
📌 Pertama: Kebenaran bisa diketahui dengan sangat jelas
Lafadz ﴿يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ﴾ menunjukkan bahwa kebenaran risalah Nabi ﷺ sangat terang, tidak samar, sebagaimana seseorang mengenal anaknya sendiri. Orang-orang ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) benar-benar tahu bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah sebagaimana telah dijelaskan dalam kitab suci mereka. Mereka tahu persis seperti mengenali anak-anak mereka sendiri. Namun sebagian mereka mengingkari karena hasad dan kesombongan yang ada pada diri mereka.
📌 Kedua: Ilmu tidak otomatis melahirkan keimanan
Ayat ini menegaskan bahwa pengetahuan saja tidak cukup. Seseorang bisa mengetahui kebenaran secara ilmiah, tetapi tidak tunduk kepadanya karena hawa nafsu atau kepentingan.
📌 Ketiga: Menyembunyikan kebenaran adalah dosa besar
Firman ﴿لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ﴾ menunjukkan bahaya menutupi kebenaran, terutama bagi orang berilmu, karena dampaknya menyesatkan banyak orang.
📌 Keempat: Kesengajaan dalam menolak kebenaran memperberat dosa
Penutup ayat ﴿وَهُمْ يَعْلَمُونَ﴾ menegaskan bahwa dosa menyembunyikan kebenaran lebih berat jika dilakukan dengan sadar dan sengaja.
📌 Kelima: Ujian terbesar orang berilmu adalah kejujuran terhadap kebenaran
Ayat ini menjadi peringatan bahwa kemuliaan ilmu terletak pada kejujuran dan keberanian mengikuti kebenaran, meski bertentangan dengan kepentingan pribadi atau kelompok.
Ayat ini menunjukkan bahwa kebenaran risalah Nabi ﷺ sangat jelas, namun kesombongan dan kepentingan dunia dapat membuat seseorang menolaknya. Karena itu, ilmu harus diiringi kejujuran dan ketundukan agar menjadi jalan hidayah.
Sekian, Semoga Bermanfaat
@ Pondok Pesantren Hubbul Khoir Sukoharjo
Penulis: Dr. Abu Zakariya Sutrisno
Join Grup Whatsapp: Join Now
Artikel Abuzakariyasutrisno.com








