Khutbah Iedul Fitr – Mensyukuri Nikmat Iman dan Aman
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا اللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا نَعْبُدُ إلَّا اللَّهَ مُخْلِصِينَ له الدَّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا ﷲ حَقَّ تُقَاتِه وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ ( ال عمران : ١۰٢)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا ﷲَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ ﷲَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا (النساء : ١)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوﷲَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ ﷲَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا ( الاحزاب : ٧۰ – ٧١)
أَمَّا بَعْدُ :
Jama’ah Sholat Ied rahimani warahikumullah,
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah ﷻ yang telah melimpahkan kepada kita nikmat iman, nikmat Islam, serta kesempatan menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman. Tak lupa, mari pasca Ramadhan ini, kita terus berupaya tingkatkan derajat ketaqwaan kita disisi Allah. Taqwa adalah sebaik-baik bekal di dunia dan akhirat. Allah berfirman,
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى
“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqarah: 197)
Jamaah shalat Idul Fitri yang dimuliakan Allah,
Hari ini adalah hari yang penuh kebahagiaan. Hari kemenangan bagi orang-orang yang beriman. Setelah sebulan penuh kita berpuasa, menahan hawa nafsu, memperbanyak ibadah, kini kita merayakan Idul Fitri. Maka sudah sepantasnya hari ini kita isi dengan rasa syukur kepada Allah ﷻ, atas segala nikmat yang telah Dia berikan kepada kita. Diantara nikmat yang harus kita syukuri adalah nikmat iman dan nikmat aman. Dua nikmat ini, iman dan aman, sering kali dilalaikan. Padahal dua nikmat ini sangat agung sekali.
📖 Nikmat Aman: Karunia yang Sering Dilupakan
Di antara nikmat besar yang sering kita lupakan adalah nikmat aman (keamanan). Allah ﷻ berfirman:
الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ
“Yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut.” (QS Quraisy: 4)
Ayat ini meskipun konteksnya terkait dengan orang Qurasy, tetapi kandungannya berlalu umum. Allah ingkatkan dengan nikmat kecukupan sandang pangan dan juga keamanan.
Jamaah sekalian,
Jika kita melihat kondisi dunia saat ini, banyak negeri dilanda perang, konflik, dan ketakutan. Contoh saudara kita di Gaza/Palestina, di Yaman, dan juga di negeri-negeri lainnya. Mereka tidak bisa hidup tenang, tidak bisa beribadah dengan khusyuk, bahkan untuk sekadar makan pun kesulitan. Namun kita di negeri ini, di Indonesia, alhamdulillah kita diberi keamanan. Kita dapat beribadah dengan tenang, hidup dalam keamanan, memiliki kecukupan sandang dan pangan. Ini adalah nikmat besar yang sering tidak kita sadari.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
“Barang siapa yang pagi hari dalam keadaan aman di tempat tinggalnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan dunia telah dikumpulkan untuknya.” (HR. Tirmidzi)
📖 Nikmat Iman: Karunia yang Paling Agung
Namun di atas semua itu, ada nikmat yang lebih besar, yaitu nikmat iman. Jangan menyepelekan nikmat iman. Nikmat iman adalah karunia dari Allah. Allah ﷻ berfirman:
بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلْإِيمَانِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
“Bahkan Allah-lah yang memberi nikmat kepada kalian dengan menunjuki kalian kepada iman, jika kalian adalah orang-orang yang benar.” (QS Al-Hujurat: 17)
Jamaah sekalian,
Tanpa iman, semua amal tidak bernilai di sisi Allah. Allah ﷻ berfirman:
وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا
“Dan Kami hadapkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu seperti debu yang beterbangan.” (QS Al-Furqan: 23)
Artinya, amal tanpa iman tidak akan diterima.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
📖 Pentinya Syukur Nikmat
Allah memerintahkan kita untuk mensyukuri nikmat-nikmatnya dan jangan sampai mengkufurinya. Allah ﷻ berfirman:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepada kalian, tetapi jika kalian kufur, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim: 7)
Syukur yang hakiki bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi benar-benar syukur dengan hati mengenali nikmat-nikmat Allah. Diantaranya nikmat iman dan aman. Kemudian syukur dengan lisan, ucapkan “Alhamdulillah” dan ucapan-ucapan syukur yang lainnya. Lisan kita jangan banyak mengeluh. Dan tentu yang lebih penting dengan jawarih (anggota tubuh) dengan amal nyata.
🤝 Cara Mensyukuri Nikmat Aman
Di antara bentuk syukur atas nikmat keamanan adalah:
• menjaga ukhuwah dan persaudaraan
• menjauhi perpecahan
• menebar kedamaian di tengah masyarakat
Karena keamanan tidak akan terjaga tanpa persatuan umat.
🕌 Cara Mensyukuri Nikmat Iman
Adapun syukur atas nikmat iman adalah:
• menjaga keimanan, jangan dikotori dengan kesyirikan dan kekufuran
• Menjaga ibadah, terutama shalat lima waktu
• memperbanyak membaca Al-Qur’an
• menjauhi maksiat
• dan istiqomah dalam ibadah
Allah ﷻ berfirman:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu kematian.” (QS Al-Hijr: 99)
Ramadhan Mendidik Kita Menjadi Hamba Rabbani
Jamaah sekalian,
Ramadhan telah mendidik kita menjadi hamba yang dekat dengan Allah. Maka jangan sampai setelah Ramadhan kita kembali lalai. Mari kita menjadi: hamba yang rabbani, yang beribadah kepada Allah kapan pun dan di mana pun. Bukan hamba ramadhani, yang hanya rajin ibadah di bulan Ramadhan Sebagaimana ungkapan:
كُونُوا رَبَّانِيِّينَ وَلَا تَكُونُوا رَمَضَانِيِّينَ
“Jadilah kalian hamba yang rabbani, jangan hanya menjadi hamba yang ramadhani.”
Jangan hanya mengenal Allah di bulan Ramadhan. Jangan hanya peduli dan berbuat baik kepada sesama di bulan Ramadhan. Contoh amalan yang harus dijaga adalah kebiasaan puasa dan juga sholat malam. Ikuti puasa Ramadhan dengan puasa syawal. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barang siapa berpuasa Ramadan, lalu dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim, no. 1164)
Ini adalah sarana untuk menjaga konsistensi beribadah. Termasuk juga sholat malam dijaga. Kita terbiasa sholat tarawih lengkap dan juga witir. Setelah Ramadhan mari dijaga. Meskipun sekedar witir 1 rekaat tidak mengapa. Yang penting istiqomah! Amal yang sedikit tetapi istiqomah itu lebih baik daripada amal yang banyak tetapi hanya sesaat atau musiman. Rasulullah ﷺ bersabda:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)
🌟 Momentum Idul Fitri
Idul Fitri adalah momentum untuk menguatkan keimanan, mempererat ukhuwah, dan menjaga keamanan. Di negeri kita, tradisi saling mengunjungi, bersilaturahmi, dan saling memaafkan merupakan amalan yang sangat baik dan selaras dengan ajaran Islam dalam mempererat persaudaraan. Para ulama salaf juga mencontohkan untuk saling mendoakan di hari raya dengan ucapan:
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ
“Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian.”
Oleh karena itu, mari kita jadikan hari ini sebagai awal untuk memperbaiki iman kita, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta menjaga persatuan umat.
Penutup
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Semoga Allah menjaga iman kita, menjaga keamanan negeri kita, dan memberikan kita akhir hidup yang baik. Mari kita tutup khutbah ini dengan sholawat dan do’a.
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى نَبِيِّهِ مُحَمَّدٍ وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اَلْعَالَمِينَ
@ Pondok Pesantren Hubbul Khoir Sukoharjo
Penulis: Dr. Abu Zakariya Sutrisno (Pengasuh PP Hubbul Khoir Sukoharjo, Dosen UNS, Alumni S3 KSU Saudi).
Join Grup Whatsapp: Join Now
Artikel Abuzakariyasutrisno.com
Catatan sholat Ied:
• Sholat Ied dilakukan berjamaah, 2 rekaat seperti sholat Jum’at
• Pada rekaat pertama setelah takbiratul ihram disunnahkan takbir zawaid (tambahan) yaitu sebanyak 7x. Adapun pada rekaat kedua ditambah 5x takbir setelah takbir intiqal (bangkit dari sujud).
• Sholat Idulfitri dikeraskan bacaannya (jahr) misal ketika baca al Fatihah dan surat setelahnya, begitu pula dengan bacaan takbir juga dikeraskan.
• Khutbah Ied dilaksanakan setelah sholat. Khutbah boleh sekali atau dua kali khutbah (diselingi duduk). Ini masalah khilafiyah dari kalangan ulama.





