إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَىٰ نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنۢ بَعْدِهِ…
“Sesungguhnya Kami telah mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya…”
Ayat ini menegaskan bahwa wahyu kepada Nabi Muhammad ﷺ adalah kelanjutan dari wahyu sebelumnya, dan Nabi Nuh disebut sebagai titik awal rangkaian para rasul setelah munculnya penyimpangan manusia. Diantara faedah penting dari ayat ini:
📌 Pertama: Nabi Nuh adalah rasul pertama dalam rangkaian risalah
Allah menyebut:“kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya”, ini menunjukkan: Nuh menjadi awal urutan para rasul, setelah itu barulah datang rasul-rasul lainnya. Dalam hadits shahih tentang syafaat (hari kiamat), disebutkan bahwa manusia mendatangi Nabi Nuh dan berkata: “Engkau adalah rasul pertama yang Allah utus kepada penduduk bumi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Apa beda Nabi dan Rasul? Nabi adalah orang yang menerima wahyu dari Allah untuk dirinya dan kaumnya tanpa membawa syariat baru, sedangkan rasul adalah yang diutus membawa risalah untuk didakwahkan dan menghadapi penyimpangan manusia; karena itu Nabi Adam عليه السلام adalah nabi pertama, sementara Nabi Nuh عليه السلام adalah rasul pertama yang diutus ketika manusia mulai terjatuh dalam kesyirikan.
📌 Kedua: Risalah para rasul itu satu dan berkesinambungan
Ayat ini menyamakan wahyu Nabi Muhammad dengan wahyu kepada Nuh: sumbernya satu: Allah, misinya satu: tauhid, jalannya satu: dakwah para rasul. Artinya: Semua rasul membawa ajaran yang sama, bukan agama yang berbeda-beda.
📌 Ketiga: Penyimpangan manusia sudah terjadi sejak awal
Diutusnya Nabi Nuh dan para nabi dan Rasul yang lain menunjukkan: manusia sudah menyimpang (dalam syirik dan lainnya). Sehingga perlu diutus rasul. Setiap kali manusia menyimpang, Allah kirim rasul untuk meluruskan.
Sekian, Semoga Bermanfaat.
@ Pondok Pesantren Hubbul Khoir Sukoharjo
Penulis: Dr. Abu Zakariya Sutrisno
Join Grup Whatsapp: Join Now
Artikel Abuzakariyasutrisno.com








