ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَامَ دِينًا…
”Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu…”
Ayat ini menegaskan bahwa agama Islam telah sempurna dan lengkap, tidak membutuhkan tambahan maupun pengurangan, serta merupakan nikmat terbesar yang Allah berikan kepada umat ini. Beberapa faedah penting dari ayat ini:
📌 Pertama: Islam adalah agama yang telah sempurna
Seluruh ajaran: akidah, ibadah, hukum. dll. Islam sudah lengkap dan sempurna. Tidak butuh inovasi dalam agama. Perkataan terkenal dari Imam Malik terkait ayat ini (QS Al-Ma’idah: 3) adalah:
مَنْ ابْتَدَعَ فِي الإِسْلَامِ بِدْعَةً يَرَاهَا حَسَنَةً، فَقَدْ زَعَمَ أَنَّ مُحَمَّدًا ﷺ خَانَ الرِّسَالَةَ، لِأَنَّ اللَّهَ يَقُولُ: الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ
“Barang siapa membuat perkara baru (bid’ah) dalam Islam dan menganggapnya baik, maka sungguh ia telah menuduh bahwa Muhammad ﷺ mengkhianati risalah, karena Allah telah berfirman: ‘Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian…’”
📌 Kedua: Islam adalah nikmat terbesar dari Allah
Nikmat terbesar bukan harta atau dunia, tapi: nikmat hidayah dan Islam. Karena dengannya manusia selamat di dunia dan akhirat.
📌 Ketiga: Larangan menambah atau mengurangi agama
Allah telah meridhai Islam: maka tidak boleh membuat ajaran baru (bid’ah). Tidak boleh meremehkan atau meninggalkan bagian agama. Prinsip: agama harus diikuti, bukan dimodifikasi. Kesempurnaan Islam menuntut kita untuk ittiba’ (mengikuti), bukan ibtida’ (mengada-adakan).
Sekian, Semoga Bermanfaat.
@ Pondok Pesantren Hubbul Khoir Sukoharjo
Penulis: Dr. Abu Zakariya Sutrisno
Join Grup Whatsapp: Join Now
Artikel Abuzakariyasutrisno.com








