Home / Artikel / Faedah Qur'aniyah / Faedah Qur’aniyah #58 | An Nisa 115: Ancaman Menyelisihi Rasul & Manhaj Salafush Shalih!

Faedah Qur’aniyah #58 | An Nisa 115: Ancaman Menyelisihi Rasul & Manhaj Salafush Shalih!

وَمَن يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ ٱلْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ ٱلْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِۦ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِۦ جَهَنَّمَ ۖ وَسَآءَتْ مَصِيرًا

“Dan barang siapa menentang Rasul setelah jelas baginya petunjuk, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia dalam kesesatan yang telah dipilihnya itu dan Kami masukkan ia ke dalam neraka Jahanam, dan (Jahanam itu) seburuk-buruk tempat kembali.”

Ayat ini adalah peringatan keras tentang bahaya menyelisihi Rasul ﷺ setelah kebenaran jelas, serta kewajiban mengikuti jalan kaum mukminin, yaitu para sahabat dan salafush shalih. Berikut ini diantara faedah penting dari ayat ini:

📌 Pertama: Bahaya Menyelisihi Rasul dan Kebenaran
Menyelisihi Rasul setelah jelas kebenaran adalah penyimpangan besar. Aneh orang sudah tahu petunjuk atau kebenaran malah kemudian menyelisihnya. Ini menunjukkan bahaya terbesar bukan ketidaktahuan, tapi sudah tahu kebenaran namun tetap menolak. Ini menunjukkan bahwa ilmu harus diikuti dengan ketundukan, jika tidak justru menjadi sebab kesesatan.

📌 Kedua: Wajibnya Mengikuti Jalan kaum mukminin (salafush shalih)
Ayat ini menjadi dalil penting tentang mengikuti manhaj salafush shalih karena Allah menyebut larangan tidak hanya menyelisihi Rasul, tetapi juga mengikuti selain jalan kaum mukminin (وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ ٱلْمُؤْمِنِينَ), yang ditafsirkan para ulama sebagai jalan para sahabat; ini menunjukkan bahwa kebenaran bukan sekadar berpegang pada dalil, tetapi harus dipahami dan diamalkan sesuai pemahaman generasi awal Islam, dan menyelisihi keduanya adalah jalan kesesatan.

📌 Ketiga: Hukuman Bertahap – dibiarkan dalam kesesatan lalu berakhir di Jahanam

Ayat ini menunjukkan: hukuman paling berbahaya adalah ketika hati dibiarkan jauh dari kebenaran. Dibiarkan dalam pilihan sesat kemudian dimasukkan ke neraka. Naudzubillah.

Sekian, Semoga Bermanfaat.


Penulis: Dr. Abu Zakariya Sutrisno

Join Grup Whatsapp: Join Now

Artikel Abuzakariyasutrisno.com


Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *