“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ…”
“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kalian penegak (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencian terhadap suatu kaum mendorong kalian untuk tidak berlaku adil. Berlaku adillah, karena itu lebih dekat kepada takwa…”
Beberapa faedah penting dari ayat ini:
📌 Pertama: keadilan adalah perintah langsung dari Allah
Seorang mukmin dituntut tegak di atas kebenaran, bukan sekadar netral, tapi aktif menegakkan keadilan karena Allah (كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ).
📌 Kedua: Keadilan harus bebas dari hawa nafsu
Kebencian tidak boleh mempengaruhi keputusan. Ini ujian kejujuran iman.
📌 Ketiga: Adil wajib bahkan kepada pihak yang dibenci
Islam tidak membenarkan standar ganda: jika kawan berlaku adil , jika lawan berlaku zalim. Tidak boleh! Justru pada musuh, keadilan lebih diuji.
📌 Keempat: Keadilan adalah jalan menuju takwa
Orang yang adil lebih dekat kepada ketakwaan, karena ia menundukkan hawa nafsunya.
📌 Kelima: Pengawasan Allah atas setiap amal
Semua keputusan, ucapan, dan sikap akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah (إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ). Termasuk ketika seseorang berlaku adil atau tidak. Semua diawasi oleh Allah.
@ Pondok Pesantren Hubbul Khoir Sukoharjo
Penulis: Dr. Abu Zakariya Sutrisno
Join Grup Whatsapp: Join Now
Artikel Abuzakariyasutrisno.com







