Home / Artikel / Faedah Qur'aniyah / FAEDAH QUR’ANIYAH #26 | AL BAQARAH 261: SEDEKAH ADALAH “BENIH INVESTASI”

FAEDAH QUR’ANIYAH #26 | AL BAQARAH 261: SEDEKAH ADALAH “BENIH INVESTASI”

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ ۖ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir; pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.”

Diantara faedah penting dari ayat ini:

📌 Pertama: Sedekah adalah investasi yang pasti tumbuh

Allah mengibaratkan sedekah seperti benih. Benih biasanya kecil saat ditanam, tidak terlihat saat di tanah, tapi tumbuh menjadi besar dan banyak. Sedekah mungkin kecil di dunia, tapi besar di akhirat. Sedekah dhohirnya kayak rugi karena mengeluarkan harta. Tetapinya sejatinya tidak mengurangi harta, bahkan membuatnya semakin berkah dan bertambah. Untuk itu Rasulullah bersabda:


مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

“Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim no. 2588)

📌 Kedua: Dilipatkan minimal 700 kali lipat

Dalam ayat ini disebutkan 1 benih jadi 7 bulir jadi 100 biji per bulir, artinya 700 kali lipat. Ini bukan angka simbolik kosong tapi gambaran nyata tentang kelipatan pahala. Bahkan ayat tidak berhenti di 700.

📌 Ketiga: Pelipatgandaan bisa lebih dari 700

Allah berfirman (وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ), artinya 700 itu dasar minimal, bisa jauh lebih besar, tergantung keikhlasan, kualitas harta, dan kebutuhan umat

📌 Keempat: Syaratnya: “Fi Sabilillah”

Infak yang dilipatgandakan adalah benar-benar di jalan Allah (فِي سَبِيلِ اللَّهِ). Artinya: untuk dakwah, untuk jihad, untuk maslahat umat, untuk kepentingan agama. Bukan sekadar sedekah sosial biasa, tapi yang berorientasi ibadah.

📌 Kelima: Allah Maha Luas dan Maha Mengetahui

Maha Luas (وَاسِعٌ): karunia-Nya tidak terbatas, balasan-Nya tidak sempit. Maha Mengetahui (عَلِيمٌ): tahu niat pemberi, tahu keikhlasan, tahu kadar pengorbanan. Ini menunjukkan yang dinilai bukan hanya nominal, tapi hati.

Sekian, Semoga Bermanfaat.


Penulis: Dr. Abu Zakariya Sutrisno

Join Grup Whatsapp: Join Now

Artikel Abuzakariyasutrisno.com


Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *