هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ
“Dialah yang menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur’an). Di antara isinya ada ayat-ayat yang muhkam (jelas), itulah pokok-pokok kitab; dan yang lain mutasyabih (samar)…”
Ayat ini agak panjang dan berisi banyak faedah penting, diantaranya:
📌 Pertama: Al-Qur’an Mengandung Ayat Muhkam dan Mutasyabih
- Muhkam: ayat yang jelas maknanya, tegas, tidak menimbulkan keraguan. Syaikh Sa’di menjelaskan makna muhkam yaitu واضحات الدلالة، ليس فيها شبهة ولا إشكال (Jelas maknanya, tidak ada ambiguitas atau masalah di dalamnya). Contoh: ayat tentang tauhid, halal–haram, hukum ibadah.
- Mutasyabih: ayat yang maknanya tidak langsung jelas atau mengandung makna yang dalam, seperti ayat sifat Allah atau perkara ghaib. Ini menunjukkan kedalaman dan keluasan Al-Qur’an.
📌 Kedua: Ayat Muhkam Adalah “Ummul Kitab”
Ayat-ayat muhkam adalah fondasi dan rujukan utama, untuk itu disebut dalam ayat ini sebagai ummul kitab (هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ). Jika ada ayat yang tampak samar, maka dikembalikan kepada ayat yang jelas. Prinsip penting dalam tafsir: Yang samar ditafsirkan dengan yang jelas. Jangan malah sibuk dengan yang samar saja.
📌 Ketiga: Penyimpangan Berawal dari Mengikuti yang Samar (Mutasyabihat)
Allah menyebut orang yang hatinya menyimpang (فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ) sengaja mencari ayat samar meninggalkan ayat yang jelas. Mereka ingin menimbulkan keraguan. Ini metode ahlul bid’ah dan pengikut hawa nafsu.
📌 Keempat: Sikap Orang Berilmu: Tunduk dan Beriman
Orang yang kokoh ilmunya (وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ) tidak memaksakan tafsir liar dan tidak menolak ayat yang sulit. Mereka mengimani semuanya dari Allah Ilmu melahirkan ketundukan, bukan kesombongan.
📌 Kelima: Ujian Hati dalam Memahami Wahyu
Ayat ini menunjukkan: Al-Qur’an bukan hanya ujian akal, tetapi juga ujian hati. Hati yang lurus akan mencari petunjuk, hati yang bengkok akan mencari pembenaran.
Sekian, Semoga bermanfaat.
@ Pondok Pesantren Hubbul Khoir Sukoharjo
Penulis: Dr. Abu Zakariya Sutrisno
Join Grup Whatsapp: Join Now
Artikel Abuzakariyasutrisno.com








