مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ ۖ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (qardhan hasanan), maka Allah akan melipatgandakannya dengan kelipatan yang banyak. Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki), dan kepada-Nya kalian dikembalikan.”
Diantara faedah penting dari ayat ini:
📌 Pertama: Allah “meminjam” untuk memuliakan hamba
Tentu Allah Maha Kaya dan tidak membutuhkan pinjaman. Maknanya: Allah memotivasi hamba untuk berinfak Disebut “pinjaman” agar terasa: aman, pasti Kembali, dijamin keuntungannya. Ini bentuk kelembutan Allah dalam memotivasi sedekah.
📌 Kedua: Syaratnya: Qardhan Hasanā (pinjaman yang baik)
Makna qardhan hasanan: ikhlas karena Allah, dari harta halal, tanpa riya, tidak menyakiti penerima. Bukan sekadar memberi, tapi memberi dengan adab.
📌 Ketiga: Keuntungan tak terbatas
Allah berjanji: أَضْعَافًا كَثِيرَةً (berlipat ganda, banyak sekali). Artinya: bukan sekadar 2 kali, bukan sekadar 10 kali, bisa 700 kali lipat atau lebih (seperti disebut di ayat lain). Investasi dunia paling pasti adalah sedekah.
📌 Keempat: Rezeki di tangan Allah
Allah yang menyempitkan dan melapangkan (وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ). Artinya: jangan takut miskin karena sedekah, yang mengatur rezeki bukan manusia
📌 Kelima: Semua akan kembali kepada Allah
Penutup ayat: kepada Allah akan Kembali semua urusan (وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ). Faedahnya: harta hanya sementara, yang kekal adalah pahala. Sedekah adalah bekal Kembali.
Sekian, Semoga Bermanfaat.
@ Pondok Pesantren Hubbul Khoir Sukoharjo
Penulis: Dr. Abu Zakariya Sutrisno
Join Grup Whatsapp: Join Now
Artikel Abuzakariyasutrisno.com








