Home / Artikel / Faedah Qur'aniyah / FAEDAH QUR’ANIYAH #018 | AL BAQARAH 183: PUASA

FAEDAH QUR’ANIYAH #018 | AL BAQARAH 183: PUASA

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.”

Beberapa faedah penting dari ayat ini:

📌 Pertama: Puasa adalah tuntutan iman

Ayat ini dimulai dengan nida’ul iman (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا), ini adalah ciri khas surat-surat Madaniyah (turun di Madinah). Nidaul iman menuntut kesiapan hati untuk taat, biasanya setelahnya datang perintah syariat, larangan, atau tuntunan besar. Dalam ayat ini, perintah itu adalah kewajiban puasa sebagai jalan menuju takwa. Puasa Ramadhan adalah konsekuensi keimanan, orang yang mengaku beriman maka wajib menjalankan puasa. Puasa bukan sekadar kebiasaan atau tradisi tahunan.

📌 Kedua: Puasa adalah kewajiban yang pasti

Lafadz (كُتِبَ عَلَيْكُمُ) menegaskan bahwa puasa diwajibkan secara tegas, sebagaimana kewajiban lain dalam Islam, sehingga tidak boleh diremehkan. Disayangkan masih ada sebagian orang yang mengaku muslim tetapi meremehkan kewajiban berpuasa.

📌 Ketiga: Puasa adalah sunnah para nabi dan umat terdahulu

Firman Allah (كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ) menunjukkan bahwa puasa adalah ibadah universal, umat sebelumnya juga dibebani syariat puasa. Ini juga sebagai bentuk takhfif (meringankan), yaitu bukan hanya kita yang dibebani syariat untuk berpuasa. Umat yang lainnya juga sehingga jangan merasa berat!

📌 Keempat: Puasa memiliki tujuan tarbiyah, bukan sekadar ritual

Lafadz (لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ) menunjukkan bahwa puasa tidak sekedar perintah, tetapi ada target atau tujuan untuk diri kita. Puasa adalah proses pendidikan jiwa, melatih kesabaran, pengendalian diri, dan ketaatan. Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa yang dikehendaki Allah adalah agar menjadi pribadi yang bertakwa. Diantara kandungan takwa adalah rasa takut kepada Allah yang melahirkan ketaatan dan meninggalkan dosa.

Sekian, Semoga Bermanfaat


Penulis: Dr. Abu Zakariya Sutrisno

Join Grup Whatsapp: Join Now

Artikel Abuzakariyasutrisno.com


Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *