📝✨ Faedah Qur’aniyah #009
QS AL BAQARAH 67: KISAH SAPI BETINA
وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تَذْبَحُوا بَقَرَةً ۖ قَالُوا أَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا ۖ قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ
“Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina. Mereka berkata: Apakah engkau hendak menjadikan kami sebagai ejekan? Musa menjawab: Aku berlindung kepada Allah agar tidak termasuk orang-orang yang bodoh.”
Ayat ini adalah awal kisah sapi betina (Al-Baqarah) yang Allah ceritakan tentang Bani Israil. Kisah inilah yang menjadi alasan penamaan Surat Al-Baqarah, karena mengandung pelajaran besar tentang ketaatan, adab terhadap perintah Allah, dan bahaya banyak membantah syariat. Berikut beberapa faedah penting dari ayat ini:
📌 Pertama: Perintah Allah wajib ditaati meski belum dipahami hikmahnya
Allah memerintahkan menyembelih sapi betina tanpa menjelaskan alasan di awal. Ini mengajarkan bahwa iman menuntut ketaatan, bukan menunggu penjelasan logis terlebih dahulu.
Dijelaskan para ahli tafsir, diantaranya Syaikh Sa’di, ayat ini berkaitan dengan terjadinya perselisihan di kalangan Bani Israil tentang pembunuhan seorang laki-laki hingga hampir menimbulkan keributan besar karena tidak diketahui siapa pelakunya. Lalu Allah melalui Musa memerintahkan mereka menyembelih seekor sapi untuk mengungkap pelakunya, namun perintah itu justru ditolak dan bani Israil mempersulit diri mereka sendiri.
📌 Kedua: Sikap meremehkan perintah agama adalah penyakit hati
Ucapan Bani Israil, “apakah engkau mengejek kami?”, menunjukkan buruknya adab terhadap wahyu dan utusan Allah. Sikap seperti ini dapat menghalangi datangnya hidayah.
📌 Ketiga: Adab Nabi Musa dalam berdakwah
Nabi Musa عليه السلام tidak marah atau membalas dengan kata kasar, tetapi berkata: “Aku berlindung kepada Allah dari kebodohan.” Ini teladan bagi dai dan pendidik agar berdakwah dengan tenang dan berakhlak.
📌 Keempat: Syariat Allah selalu mengandung hikmah
Kisah ini akhirnya membuka kebenaran kasus pembunuhan di Bani Israil. Ayat ini mengajarkan bahwa setiap perintah Allah pasti membawa kebaikan, meski awalnya terasa berat atau aneh.
📌 Kelima: Banyak membantah dan bertanya tanpa niat taat akan mempersulit diri
Ayat ini menjadi awal dari rangkaian pertanyaan Bani Israil yang justru memperberat perintah. Pelajarannya: semakin tunduk dan taat, semakin Allah mudahkan urusan.
QS Al-Baqarah ayat 67 bukan sekadar kisah sejarah, tetapi peringatan sepanjang zaman agar kaum beriman menyambut perintah Allah dengan taat, husnuzan, dan adab, bukan dengan ejekan dan bantahan.
Sekian, Semoga Bermanfaat
—
🖋️ Penyusun: Dr Abu Zakariya Sutrisno
📱 Follow Channel WA: https://s.id/DrAbuZakariyaSutrisno
✅ Silahkan share, ikut sebarkan kebaikan









